MBG: JANGAN TUNGGU KORBAN BERTAMBH TERBARU SEBANYAK 273 SISWA DAN 43 GURU MTS DILAPORKAN MENGALAMI GEJALA YANG DIDUGA BERKAITAN DENGAN MAKANAN MBG

ketgam : Foto Ilustrasi

MUNAINFO - Berapa banyak lagi anak-anak yang harus menjadi korban sebelum pemerintah benar-benar melakukan evaluasi total terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG)?

Kasus terbaru di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kembali membuat hati miris.
Sebanyak 273 siswa dan 43 guru dari MTs Negeri 3 Pati dan SMP Negeri 1 Gembong dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan MBG. Mereka mengalami mual, muntah, diare, sakit perut dan keluhan kesehatan lainnya hingga harus mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Makanan yang seharusnya membuat anak-anak sehat justru membuat ratusan siswa dan guru harus berobat.
Memang, penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Karena itu, kita tidak boleh sembarangan menyimpulkan bahwa MBG pasti menjadi penyebabnya.

Tetapi satu hal yang tidak bisa diabaikan:
RATUSAN ORANG JATUH SAKIT.
Dan ini bukan kejadian yang boleh dianggap biasa.

Bahkan, kasus di Pati bukan satu-satunya. Dalam beberapa hari terakhir, laporan dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG juga muncul di sejumlah daerah. Secara nasional, laporan terbaru menyebut puluhan ribu orang telah terdampak dalam ratusan kejadian dugaan keracunan sejak program MBG dimulai.

Lalu pertanyaannya:

Apakah pemerintah harus menunggu ada korban jiwa terlebih dahulu untuk bertindak?
Program MBG memang memiliki tujuan yang baik: memberikan makanan bergizi kepada anak-anak Indonesia.

Tetapi tujuan yang baik tidak boleh mengalahkan keselamatan anak-anak.
Kalau sistem distribusi belum mampu menjamin makanan tetap aman, higienis dan layak dikonsumsi, maka pemerintah harus berani mengambil langkah tegas.

Hentikan sementara. Evaluasi. Periksa semuanya. Benahi sistemnya. Baru jalankan kembali ketika benar-benar aman.
Lebih baik pemerintah menghentikan sementara MBG daripada anak-anak kembali menjadi korban.

Jangan sampai orang tua setiap pagi mengantarkan anaknya ke sekolah dengan harapan mendapatkan makanan bergizi, tetapi justru pulang membawa kekhawatiran karena anaknya sakit.

Anak-anak bukan angka statistik.
Mereka adalah masa depan Indonesia.
Jangan tunggu korban bertambah.
KESELAMATAN ANAK HARUS DIDAHULUKAN.
#StopSementaraMBG
#EvaluasiMBG
#LindungiAnakIndonesia
#KeamananPangan
#MBG

Postingan populer dari blog ini

Tolak Lahan Kebun Dijadikan Markas Batalyon TNI, 300 Petani Warangga - Patu-Patu Akan Geruduk DPRD Muna

Kecanduan Sabu dan Judol, Pemuda di Raha Nekat Curi Kotak Amal Apotek

Baru Dilantik 21 September, Kepsek SMA Negeri 2 Raha Laode Saidin Langsung Turun Gunung Bangun Komunikasi dengan Siswa