Delapan Tahun Jadi Kuli Tinta, Laode Safaruddin Dilantik Jadi Anggota DPRD Muna Barat
MUNA BARAT MUNAINFO -Perjalanan panjang Laode Safaruddin sebagai seorang jurnalis selama delapan tahun akhirnya mengantarkannya ke panggung politik. Ia resmi dilantik sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muna Barat.
Pelantikan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan Safaruddin setelah bertahun-tahun menjalani profesi sebagai insan pers atau yang kerap disebut sebagai kuli tinta.
Selama berkiprah di dunia jurnalistik, Safaruddin dikenal aktif meliput berbagai persoalan masyarakat, pemerintahan, hingga pembangunan di daerah. Pengalamannya sebagai jurnalis dinilai menjadi modal penting dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
Dengan latar belakang tersebut, Safaruddin diharapkan mampu membawa perspektif masyarakat ke dalam lembaga legislatif, khususnya dalam mengawal kebijakan dan pembangunan yang berpihak pada kepentingan publik.
Usai dilantik, Safaruddin menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah masyarakat dengan penuh tanggung jawab. Ia juga menegaskan bahwa perpindahannya dari dunia jurnalistik ke legislatif bukan berarti meninggalkan semangat memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Baginya, profesi boleh berganti, namun keberpihakan kepada masyarakat harus tetap menjadi pegangan.
Pengalaman selama delapan tahun bergelut dengan dunia jurnalistik menjadi bekal tersendiri bagi Safaruddin untuk memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Ia kini dituntut untuk menerjemahkan pengalaman tersebut dalam bentuk kerja-kerja politik dan legislasi di DPRD Muna Barat.
Pelantikan ini sekaligus menandai perubahan peran Safaruddin, dari seorang yang selama ini berada di balik catatan pemberitaan menjadi salah satu aktor yang ikut menentukan arah kebijakan daerah.
Masyarakat pun menaruh harapan agar pengalaman Safaruddin sebagai jurnalis dapat memberikan warna baru dalam menjalankan fungsi DPRD, baik dalam legislasi, penganggaran maupun pengawasan.
Dari kuli tinta menuju kursi parlemen, perjalanan Safaruddin menjadi cerita tersendiri tentang bagaimana pengalaman di dunia pers dapat menjadi bekal untuk mengabdi melalui jalur politik.(Red)