Akibat Sulitnya Lapangan Pekerjaan, Antre BBM Jadi Mata Pencaharian Baru di Muna, Antrian SPBU pun Membludak

Gambar Istimewa 

RAHA, MUNAINFO - Sulitnya lapangan pekerjaan di Kabupaten Muna berdampak pada munculnya pekerjaan instan yang dilakukan warga demi mendapatkan uang.

Salah satunya adalah menjadi pengantre Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU. Fenomena ini kini marak terjadi hampir di semua SPBU yang ada di Kabupaten Muna.

Pantauan MUNAINFO, Selasa (30/9/2026), antrean panjang di SPBU bukan hanya didominasi oleh pengguna kendaraan pribadi, tetapi juga oleh para pengantre yang diduga merupakan pengecer atau suruhan untuk dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi.

Akibat minimnya lapangan kerja, banyak warga yang memilih pekerjaan instan tersebut karena dianggap lebih cepat menghasilkan uang.

"Akibat kurang lapangan pekerjaan sehingga orang mencari pekerjaan yang instan untuk mendapatkan uang dengan mengantri BBM," ungkap salah seorang warga Raha.

Ia menambahkan, satu orang bahkan bisa bolak-balik mengantre dalam sehari menggunakan mobil dan motor dengan tangki modifikasi maupun jerigen.

Dampaknya, masyarakat umum yang benar-benar membutuhkan BBM untuk keperluan sehari-hari harus rela mengantre berjam-jam bahkan sering tidak kebagian.

"Yang kasihan itu kita masyarakat umum. Mau isi bensin harus antre panjang sekali karena banyak yang antre untuk dijual kembali. Ini yang bikin antrian di SPBU selalu panjang," keluh warga lainnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat membuka lapangan pekerjaan baru serta menertibkan praktik perantal BBM di SPBU.

Selain itu, penanggung jawab SPBU dan aparat terkait diminta lebih tegas mengatur distribusi agar BBM tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak, bukan kepada para pemain yang memanfaatkan situasi kelangkaan pekerjaan.

Laporan:  MUNAINFO

-

Postingan populer dari blog ini

Tolak Lahan Kebun Dijadikan Markas Batalyon TNI, 300 Petani Warangga - Patu-Patu Akan Geruduk DPRD Muna

Kecanduan Sabu dan Judol, Pemuda di Raha Nekat Curi Kotak Amal Apotek

Baru Dilantik 21 September, Kepsek SMA Negeri 2 Raha Laode Saidin Langsung Turun Gunung Bangun Komunikasi dengan Siswa